KULIT REMAJA DAN PERMASALAHAN YANG MENGINTAI MEREKA

Kulit remaja dan permasalahan yang mengintai mereka, pasti akan dialami saat perubahan dari fase anak-anak memasuki usia pubertas. Perkembangan yang terjadi akibat aktivitas hormon pertumbuhan membawa berbagai perubahan tubuh baik dari dalam maupun luar. Hal yang unik diamati pada masa remaja adalah terjadinya perubahan pada kulit dan masalah yang menyertainya.

Secara keseluruhan memasuki usia pubertas terjadi peningkatan hormon-hormon yang berkaitan dengan organ repoduksi dan sexualitas. Sejumlah hormon tersebut tidak hanya berkaitan dengan perkembangan tanda-tanda spesifik yang semakin membedakan antara remaja wanita dan pria. Namun juga secara langsung mempengaruhi kondisi kulit.

Salah satu hormon yang sangat berefek pada kulit adalah hormon  androgen. Akibat peningkatan hormon inilah membuat kulit yang tadinya terlihat sangat halus mulus tanpa bulu, tanpa produksi minyak dan keringat berlebih mulai berubah. Kulit menjadi lebih kasar, pori-pori mulai jelas terlihat, pertumbuhan bulu meningkat. Dan tentu saja kulit menjadi lebih berminyak dan berkeringat.

Kulit remaja dan permasalahan yang mengintai mereka
Kulit remaja dan permasalahan yang mengintai mereka. Pexels.com

Pengaruh hormon androgen terhadap kulit remaja

Saat memasuki usia 13-19, hormon androgen  melakukan berbagai hal pada kulit remaja.  Fluktuasi hormon androgen meningkatkan aktivitas kelenjar minyak sehingga produksi minyak tinggi. Akibatnya muncul jerawat yang bervariasi. Pada sebagian remaja jerawat bisa terlihat sangat parah dan mengganggu rasa percaya diri. Sementara pada remaja lain jerawat hanya bersifat ringan.

Androgen adalah hormon steroid. Sebenarnya merupakan hormon laki-laki. Karena memang lebih banyak ditemukan pada laki-laki dan mengatur  semua hal yang berkaitan dengan organ reproduksi laki-laki.  Diproduksi oleh testis pada pria. Tetapi dalam jumlah kecil hormon androgen juga ditemukan pada wanita. Diproduksi oleh kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Hormon androgen yang paling dikenal adalah hormon testosteron.

Saat hormon androgen dilepaskan dari tempat produksinya, langsung menuju ke aliran darah dan mencapai sel target yang memiliki reseptor androgen. Salah satu sel targetnya adalah sel-sel kelenjar minyak di bawah kulit. Bekerja langsung mempengaruhi DNA sel kelenjar sebasea untuk mengaktifkan kerja kelenjar tersebut dalam memproduksi minyak. Hasilnya produksi minyak berlebih dan akan  menutupi folikel rambut pada kulit.

Sementara itu produksi keringat juga meningkat. Aktivitas remaja yang lebih banyak di luar ruangan menyebabkan mudah terpapar bakteri dan debu. Bakteri yang terperangkap di sekitar folikel rambut semakin mudah berkembang karena oksigen sulit menembus folikel yang tertutup oleh minyak. Jenis bakteri anaerob memang tidak menyukai oksigen untuk berkembang. Menyebabkan suasana yang semakin baik untuk pertumbuhan bakteri. Terjadilah infeksi dan meradang yang berwarna merah, bengkak dan menonjol sebagai jerawat. Pada individu tertentu secara genetik memiliki komposisi minyak lebih banyak dan padat menyebabkan timbul jerawat lebih parah.

kulit remaja dan permasalahan yang mengintai mereka
Hormon androgen juga terdapat pada wanita. Sumber Pexels.com

Masalah utama yang mengintai kulit remaja

  1. Kulit mengkilap karena lebih berminyak

Efek hormon androgen yang meningkatkan produksi kelenjar minyak, membuat kulit tampak berminyak dan mengkilap. Permukaan kulit berminyak membuat kotoran dan bakteri mudah menempel di kulit dan menimbulkan masalah lain.

  1. Keringat meningkat

Hormon androgen juga mempengaruhi akvitas produksi kelenjar keringat di bawah kulit. Sehingga remaja dengan segala aktivitasnya akan sangat mudah berkeringat. Keringat berlebih juga menyebabkan permukaan kulit menjadi mudah kotor

  1. Jerawat

Timbulnya jerawat pada remaja sangat komplek dipicu oleh berbagai faktor internal dan ekternal yang dapat memperburuk kemunculan jerawat. Penyebab dasarnya karena aktivitas kelenjar minyak berlebih diperburuk oleh situasi lain. Dengan berbagai variasi pertumbuhan jerawat yang berbeda-beda. Remaja wanita dan pria juga berbeda kondisi terhadap kemunculan jerawat.

  1. Kulit mudah kusam dan kotor

Aktivitas luar meningkat, produksi kelenjar minyak bertambah demikian juga dengan produksi kelenjar keringat yang semakin aktif. Ditambah lagi dengan minimnya pengetahuan tentang cara membersihkan dan merawat kulit dengan benar. Terjadi penumpukan sel kulit mati, debu dan berbagai kotoran yang tidak mudah terangkat membuat kulit remaja mudah kotor dan kusam.

  1. Pertumbuhan bulu meningkat

Hormon androgen pastinya sangat berpengaruhi pada tingkat pertumbuhan bulu. Terutama pada remaja laki-laki. Pertumbuhan bulu pada wajah mempengaruhi terhadap tingkat kebersihan serta pertumbuhan dan penanganan jerawat.

Kulit remaja dan permasalahan yang mengintai mereka
Kondisi kulit remaja wanita berbeda dengan remaja pria. Sumber pexels.com

Perbedaan kondisi mendasar kulit remaja pria dan wanita

 

  1. Tingkat pertumbuhan jerawat

Umumnya remaja laki-laki lebih berjerawat dibandingkan remaja perempuan. Testosteron dalam jumlah besar  menstimulasi kelenjar sebasea secara berlebihan sehingga mudah menimbulkan jerawat. Pada remaja perempuan jerawat muncul karena siklus menstruasi yang berkaitan dengan perubahan kadar hormon estrogen yang sangat mempengaruhi kecantikan kulit.  Juga berkaitan dengan hormon progesteron manfaat untuk merawat kecantikan kulti wajah

  1. Tingkat penyembuhan luka bekas jerawat

Hormon androgen berpengaruh terhadap tingkat penyembuhan luka. Apabila terjadi cedera kulit pasca munculnya jerawat. Testosteron dapat mengatur reaksi peradangan, meningkatkan pembentukan kolagen dan  proses keratinosit. Selain itu testosteron meningkatkan aliran darah ke kulit. Semua berfungsi untuk mempercepat proses penutupan luka. Karena itu lebih sedikit kita melihat wajah pria yang rusak akibat jerawat.

  1. Hormon stress mempengaruhi pertumbuhan jerawat pada remaja wanita

Remaja pria umumnya tidak terlalu peduli dengan kondisi jerawat. Aktivitas sosial tetap bisa dilakukan tanpa merasa minder. Kecuali pada kasus tertentu dengan tingkat jerawat yang sangat parah. Berbeda dengan remaja wanita. Interaksi dengan kelompok seumur untuk selalu ingin terlihat lebih menarik membuat pertumbuhan jerawat akan sangat mengganggu. Bahkan menyebabkan stress yang justru memperparah munculnya jerawat.

Saat stress terjadi pelepasan hormon stress lalu menuju reseptor sel target salah satunya kelenjar sebum. Akan memicu kelenjar sebum lebih aktif memproduksi  minyak. Perilaku lain yang timbul karena ingin jerawat cepat hilang, muncul kebiasaan memencet jerawat yang justru menimbulkan infeksi dan memperparah kondisi jerawat. Hal ini disebut juga  jerawat excoriee. Perubahan mood dan tingkat stress pada wanita juga dipengaruhi oleh fluktuasi hormon estrogen dan progesteron menjelang menstruasi.

  1. Interaksi sosial mempengaruhi pertumbuhan jerawat

Remaja wanita memang lebih memiliki kecenderungan untuk saling berinteraksi dengan kelompok sesama wanita. Sehingga sering berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan bersama. Pastinya diiringi dengan mengkonsumsi sejumlah makanan manis seperti coklat, cake, minuman manis dan lain-lain. Selain itu secara alamiah wanita memang lebih menyukai makanan manis dibandingkan pria. Hal ini berkaitan dengan perubahan hormonal menjelang menstruasi yang menyebabkan meningkatnya keinginan makan makanan manis. Produk susu dan makanan manis membawa bahaya untuk kecantikan kulit wajah.  Dapat meningkatkan resiko timbulnya jerawat.

Menjadi remaja adalah proses perkembangan kehidupan yang harus dilalui. Akan banyak kejutan yang terlihat pada saat pertumbuhan menjadi remaja. Seiring dengan itu terjadi berbagai perubahan pada organ-organ tubuh. Termasuk juga pada organ terbesar manusia yaitu kulit. Karena itu membutuhkan perhatian khusus pada kulit remaja dan permasalahan yang mengintai mereka.

 

Baca juga:

Manfaat kalsium untuk kecantikan kulit

Manfaat vitamin D untuk kecantikan kulit

Keajaiban vitamin C untuk semua jenis kulit

6 Penyebab wajah kusam meski melakukan perawatan

Suplemen kesehatan kontroversi antara kebutuhan dan ketakutan

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Shares
error: Content is protected !!