KULIT DEHIDRASI DAN KULIT KERING SERUPA TAPI TAK SAMA

Kulit dehidrasi dan kulit kering serupa tapi tak sama, antara keduanya memiliki perbedaan kondisi meski sama-sama menurunkan kualitas kesehatan kulit. Perbedaan keduanya harus anda pahami dengan benar untuk menentukan langkah perawatan yang sesuai.

Pada dasarnya, kulit kering mengacu pada jenis kulit. Kulit dehidrasi mengacu pada kondisi kulit. Jadi memang keduanya sangat jelas berbeda.  Jenis Kulit kering disebabkan karena tidak memiliki minyak yang cukup untuk melapisi permukaan kulit. Produksi sebum lebih sedikit dibandingkan kulit normal. Kurangnya sebum berarti kulit tanpa lipid yang dibutuhkan untuk mempertahankan kelembaban yang dapat membentuk penghalang kuat untuk melindungi kulit terhadap faktor  eksternal.

Kulit dehidrasi tidak memiliki cukup air. Dehidrasi disebabkan oleh banyak faktor eksternal, tetapi yang paling umum adalah cuaca, lingkungan, diet, perawatan yang salah dan konsumsi kafein berlebihan. Semuanya dapat mengakibatkan berkurangnya kadar air di dalam kulit.

Bicara tentang dehidrasi berarti bicara tentang molekul air di kulit. Semua tipe kulit dapat  mengalami dehidrasi. Bicara tentang kulit kering bicara tentang kelempaban yang dipengaruhi oleh kelenjar minyak. Kulit kering diturunkan secara genetik. Dalam dunia kecantikan dan perawatan tubuh, antara kulit kering dan kulit dehidrasi jelas memiliki makna dan penyebab yang berbeda.  Berbeda pula dalam cara merawatnya.

Kulit dehidrasi dan kulit kering serupa tapi tak sama
              Kulit dehidrasi dan kulit kering serupa tapi tak sama (sumber pexels.com)

Kulit kering

Kulit kering adalah tipe kulit, sebagaimana kulit normal, berminyak, sensitif. Kulit kering berarti memiliki kekurangan minyak, atau sebum. Karakteristik kulit kering terasa kasar, kering dan bersisik. Kulit kering jelas berkaitan dengan faktor dari dalam. Faktor genetik yang tidak dapat berubah. Karena berkaitan dengan banyaknya jumlah kelenjar sebum yang sudah tercetak kode biru di genetik saat dilahirkan. Meski fakor luar juag dapat mendukung.

Kulit kering sering menimbulkan rasa tidak nyaman, bersisik, dan gatal. Pada wajah dapat ditemukan area terburuk biasanya dekat alis, sekitar sudut hidung dan mulut.

Penyebab kulit kering

  1. Faktor genetik

Anda yang mendapat tipe kulit kering  berarti produksi minyak oleh kelenjar sebasea memang sedikit jumlahnya. Dapat dikarenkan oleh jumlah sebasea yang memang sedikit atau karena produksi kelenjarnya yang sedikit.

  1. Faktor usia

Aktivitas minyak kulit cenderung menurun dengan bertambahnya usia. Pelembab kulit  alami juga akan menurun. Kemampuan kulit untuk meregenerasi lipid yang terdiri dari lapisan pelindung lapisan pelindung dari stratum korneum juga menurun seiring bertambahnya usia, seperti halnya aliran darah ke kulit, yang dapat menyebabkan penurunan produksi minyak.

  1. Faktor diet yang salah

Diet bebas lemak dapat membuat tubuh kekurangan lemak. Padahal kelenjar sebasea sendiri untuk memproduksi sebum membutuhkan lemak.  Dinding sel kulit  sendiri tersusun dari lapisan lemak.  Jadi berhati-hati saat membatasi lemak. Sebaiknya tubuh tetap harus tercukupi kebutuhan lemak dengan mengosumsi makanan yang tinggi asam lemak essensial.

Kekurangan asam lemak esensial dapat menyebabkan kulit menjadi gatal kronis, kulit kering, menipis, dan juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan prostaglandin (pembawa pesan kimia yang melakukan banyak hal, seperti mengontrol peradangan pada kulit).

Kulit dehidrasi dan kulit kering serupa tapi tak sama
Kulit kering dapat diperberat dengan diet yang salah (sumber kissPNG)

Kulit dehidrasi

Kulit yang mengalami dehidrasi bukanlah kulit yang bahagia. Kulit dehidrasi berkaitan dengan  kekurangan air di stratum korneum,  bagian dari lapisan epidermis. Dapat terjadi pada siapapun pada semua tipe kulit bahkan kulit berminyak sekalipun. Namun tentu saja tipe kulit kering lebih rentan mengalami dehidrasi.

Anda dapat melakukan pengetesan sendiri pada kulit wajah apakah mengalami dehidrasi atau tidak. Caranya dengan tes cubitan. Lakukan dengan lembut mencubit pipi anda. Jika kemudian terlihat seperti memiliki garis-garis halus, artinya kulit wajah anda mengalami dehidrasi. Temukan juga garis-garis halus dan lingkaran hitam di sekitar mata dan dahi.

Bisa juga dengan cara Jepit kulit tipis di tangan Anda, kemudian lepaskan. Kulit anda pasti segera kembali ketempat semula jika normal. Apabila memerlukan waktu sedetik untuk pulih, menunjukkan kulit anda mengalami dehidrasi.

Meskipun tanda tersebut tidak ditemukan pada semua area, namun satu area saja  ditemukan garis-garis halus menunjukkan kulit wajah anda mengalami dehidrasi.

Kulit dehidrasi memiliki karakter seperti terlihat kusam, tegang, sensitif, muncul garis-garis halus dan menunjukkan tanda penuaan yang dipercepat seperti kulit kendur dan kerutan dalam.

Penyebabnya jelas berkaitan dengan faktor dari luar. Faktor yang disebabkan oleh pilihan yang kurang tepat untuk kulit, dari sang pemilik kulit. Juga dikarenakan faktor dari dalam yang sudah seharusnya terjadi. Beberapa faktor yang menyebabkan kulit dehidrasi adalah:

  1. Sinar matahari

Anda mungkin berpikir angin, hujan dan dingin adalah penyebab utama kulit mengalami dehidrasi Namun pada kenyataannya sinar UVA dapat membuat kulit dehirasi secara langsung. Meskipun cuaca ekstrim dingin sering menyebabkan dehidrasi kulit, tapi paparan sinar UV sangat memperburuk kondisi kulit. Dapat merusak lapisan stratum korneum yang serta merta membuat kulit mudah kehilangan molekul air.

  1. Nutrisi yang buruk

Apapun situasinya kualitas kulit sangat dipengaruhi oleh faktor nutrisi dari yang kita konsumsi. Untuk kulit bekerja, beregenerasi dan memperbaiki kerusakan serta membuat banteng pertahanan yang kuat agar air tidak mudah hilang, membutuhkan makanan bergizi dan mengandung vitamin yang diperlukan kulit.

  1. Konsumsi kafein dan alkohol

Kafein dan alkohol bersifat menarik air dari sela-sel sel kulit. Semakin tinggi kandungan kafein dan alkohol dalam darah semakin besar kemungkinan kulit mengalami kekurangan air.

  1. Kurang tidur

Saat kita tidur tubuh akan lebih banyak berkeringat. Hal ini menjadikan tidur sebagai pelembab alami yang dapat membantu menghaluskan keriput di kulit. Kurang tidur juga dapat mempengaruhi tingkat kelembaban di kulit dan menurunkan tingkat PH kulit anda. Ketidakseimbangan kulit terjadi ketika tingkat PH kulit turun. Menyebabkan kulit  tidak menghasilkan kelembaban yang sangat dibutuhkan. Sehigga kulit  mudah mengalami dehidrasi.

      5. Konsumsi makanan tinggi garam

Makanan yang mengandung garam tinggi bersifat diuretik. Garam memiliki tingkat kepekatan tinggi yang dapat menarik air dari tingkat kepekatan rendah. Semakin tinggi kadar garam dalam darah semakin berpotensi kulit mengalami kekurangan air.

       6. Penggunaan air yang salah

Pengunaan air panas  saat mandi dapat menyebabkan resiko kulit mengalami dehirasi. Berendam dalam air garam dan air mengandung kapur dapat mengeluarkan air dari kulit.

      7. Penuaan

Proses penuaan membuat kulit mengalami dehidrasi. Kulit menua menyebabkan lapisan stratum korneum menjadi lebih longgar dan tipis. Otomatis memudahkan pengeluaran air dari lapisan kulit. Penuaan juga menyebabkan protein dan lemak pengisi celah antar sel berkurang. Akibatnya kemampuan menahan air semakin menurun dengan bertambah usia.

    8. Pengunaan pendingin/pemanas

AC dan pemanas sentral dapat mempengaruhi hidrasi kulit. Pendingin ruangan akan menarik air di dalam ruangan termasuk juga di kulit. Sementara pemanans ruangan menyebabkan keringnya molekul air di permukaan kulit

    9. Penggunaan skin care yang salah

Memilih produk perawatan kulit wajah yang tidak sesuai menyebabkan kulit mengalami dehidrasi. Apalagi skincare yang mengandung bahan kimia akan membuat kulit menjadi tipis dan rusaknya lapisan stratum korneum.

   10. Mencuci muka dengan cara yang salah

Mungkin anda termasuk yang berfikir membersihkan wajah dengan sabun yang mengandung busa lebih baik. Merasa lebih bersih dan wajah terasa kencang. Tapi itu benar-benar sesuatu hal yang keliru. Busa pembersih itu buruk untuk kulit.  Saat membersihkan wajah dengan sabun akan menarik molekul air di kulit sehingga mengakibatkan dehidrasi.

 

Hidrasi

Saat anda berfikir tentang hidrasi, berarti anda berfikir tentang air. Untuk menghidrasi sesuatu berarti meningkatkan kadar airnya. Dalam kaitannya dengan perawatan kulit, hidrasi berarti meningkatkan jumlah air dalam sel-sel kulit Anda, yang menghasilkan kulit yang sehat, halus dan kenyal.

Saat kulit terhidrasi secara baik dan teratur, akan membuat penampilan garis-garis halus dan kerutan di menghilang. Selain tampak lebih muda, sel-sel kulit anda dapat mempertahankan fungsi seluler secara keseluruhan ketika terhidrasi.

Bagaimana cara kita menghidrasi kulit kita? Pasti yang terifkir adalah dengan minum air putih yang banyak. Tetapi karena kulit adalah organ terakhir yang  mendapat pasokan air dari dalam. Penambahan dari luar dengan menggunakan bahan pelembab akan sangat membantu hidrasi kulit.

Bahan-bahan penghidrasi kulit seperti asam hyaluronic, natrium hyaluronate, gliserin atau madu, berfungsi sebagai emolien dan humektan akan membantu mengikat dan mempertahankan kelembaban kulit. Aloe vera merupakan bahan lain yang meningkatkan hidrasi kulit. Terbukti secara  riset penggunaan lidah buaya secara teratur selama dua minggu meningkatkan kadar air di kulit.

Kulit dehidrasi dan kulit kering serupa tapi tak sama
Kulit dehidrasi dan kulit kering serupa tapi tak sama (sumber kissPNG)

Kelembapan

Saat berbicara tentang kelembapan berarti berkaitan dengan minyak. Kulit manusia memiliki kelenjar sebaceous yang menghasilkan sebum. Minyak yang diproduksi oleh kulit membantu melindungi, melumasi dan meregenerasi kulit.  Mencegah kulit  mengering dan menyebabkan penuaan dini.

Bagi mereka yang memiliki pori-pori tersumbat atau jenis kulit berminyak, berarti memiliki kelebihan produksi sebum. Bagi  yang memiliki jenis kulit kering berarti kelenjar sebumnya sedikit.

Karena tujuan menghidrasi adalah mengikat air ke kulit dan melembabkan untuk mencegah air meninggalkan kulit kita. Jadi perawatan wajah yang tepat  adalah dengan mengutamakan hidarsi kulit baru kemudian dilembabkan. Setelah kulit anda mendapatkan lapisan hidrasi, tinggal mengunci  semuanya dengan lipid dari kelenjar sebasea. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan kulit yang sehat.

Kulit dehidrasi vs kulit kering

Kulit yang mengalami dehidrasi tidak memiliki air dan kulit kering tidak memiliki minyak. Jadi kulit Anda bisa mengalami dehidrasi, kering, atau keduanya. Inilah sebabnya mengapa penting untuk memilih produk yang tepat dan tahu bagaimana dan kapan menggunakannya.

Kulit dehidrasi cenderung terlihat kusam dan terasa kencang, bahkan ketika dilembabkan dengan benar sekalipun. Penggunaan produk perawatan wajah jenis ampule sangat efektif untuk melembabkan kulit. Karena mengandung  bahan humektan dan emolien.

Kulit kering karena kurangnya kelembaban oleh lapisan minyak di permuakaan, dapat menyebabkan kulit kasar, kering atau bersisik. Jika anda mempunyai jenis kulit kering, pastikan produk perawatan wajah anda yang mengandung bahan oklusif dan dapat meminyaki kulit di permukaan tanpa menutupi pori-pori. namun bekerja aktif menembus lapisan kulit terdalam. Produk perawatan wajah yang memenuhi kriteria tersebut adalah TRULUM ampule. Jadi untuk memilih produk perawatan wajah yang tepat anda harus benar-benar mengetahui bahwa kulit dehidrasi dan kulit kering serupa tapi tak sama.

 

Baca juga:

 

Kelembapan kulti wajah berawal dari ketangguhan stratum korneum

Pelembab  kulit wajah dengan 11 cara tepat menggunakannya

Mengalami dehidrasi? ini cara mudah melembabkan kembali

Pertahanan kulit untuk menjaga kelembapan lapisan kulit

Kulit lembab dan sehat dengan 13 cara tepat merawatnya

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Shares
error: Content is protected !!